Roland Garros adalah sebuah dunia tersendiri — penuh lapisan, atmosferik, tak terduga, dan sarat cerita yang jarang muncul dalam laporan pertandingan tradisional. Dua setengah minggu berada di kompleks turnamen membuka wajah yang sama sekali berbeda: sebuah turnamen yang dibangun dari kepribadian, kekacauan, humor, emosi, dan keajaiban unik tanah liat Paris.

Berikut 25 kesan dari menyaksikan French Open secara langsung.

1. Mirra Andreeva adalah permata bagi media

Cerdas, cepat tanggap, artikulatif, dan dengan mudah tampil memikat dalam bahasa Inggris, Andreeva telah menjadi salah satu favorit di ruang konferensi pers. Kejujuran dan humornya mengingatkan pada masa-masa awal Daniil Medvedev — yang hingga kini masih menyambut penonton melalui layar arsip konferensi pers Roland Garros.

2. Baik Andreeva maupun Diana Shnaider kini bepergian dengan manajemen lengkap

Tahun lalu Mirra sering terlihat bersama keluarganya; kini ia bepergian dengan agennya, Juan Xera. Pertandingan Shnaider selalu diiringi sorakan berkelanjutan dari Jett Wright — jauh lebih keras daripada pelatihnya, Marius Copil. Melihat mereka dari pinggir lapangan memberi gambaran yang cukup jelas tentang alasan mengapa kerja sama mereka akhirnya berakhir.

3. Frustrasi Shnaider memuncak

Dalam momen yang tidak terlihat di siaran, ia memberi isyarat kepada ibunya dan adik laki-lakinya untuk pergi setelah kalah pada set pertama dari Dayana Yastremska. Gesturnya tajam, tegang — dan sangat mengungkapkan.

4. Air mata Naomi Osaka tak terlupakan

Keterpurukan emosional Osaka setelah pertandingan menjadi salah satu momen paling menyakitkan di turnamen. Komentarnya yang blak-blakan tentang Patrick Mouratoglou yang “beralih dari bekerja dengan yang terhebat sepanjang masa ke… sesuatu yang lain” membuat seluruh ruangan terpana.

5. Para pemain bisa berganti persona dengan sangat cepat

Kebanyakan pemain tampak tenang hanya beberapa menit setelah kekalahan yang menyakitkan. Daniil Medvedev mengakui bahwa ia tidak akan berbicara jika itu tidak diwajibkan — namun beberapa saat kemudian ia terlihat sepenuhnya melepaskan diri dari peluang-peluang yang ia lewatkan.

6. Court 10 punya “voting publik” versi sendiri

Seseorang menaruh sebuah papan karton yang mengajak para penonton untuk memilih pemenang. Tidak banyak yang ikut berpartisipasi — kini para penggemar lebih jarang membawa spidol untuk tanda tangan dan lebih memilih meminta swafoto.

7. Court Simonne-Mathieu adalah keajaiban murni

Tersembunyi di dalam taman botani dan dikelilingi dinding kaca yang dipenuhi tanaman, arena ini terasa seperti rumah kaca tenis. Bahkan dengan tiket akses biasa, Anda sudah bisa masuk — dan atmosfernya menjadi salah satu yang paling unik di dunia tenis.

8. Kursi kosong meski tiket terjual habis

Ini adalah kontradiksi yang terus muncul di Roland Garros: para penonton berhasil mendapatkan tiket, tetapi sering menghabiskan waktu berkeliling area turnamen alih-alih menonton pertandingan di lapangan luar. Sementara itu, mereka yang sangat ingin menonton justru tidak bisa masuk. Penjualan ulang tiket hanya legal di luar Prancis — membuat banyak orang terpaksa menggunakan VPN agar bisa membeli lewat jalur alternatif.

9. Sebagian besar area Roland Garros berada di bawah permukaan tanah

Terowongan tersembunyi, ruang ganti, dan koridor di bawah Court Suzanne-Lenglen selalu membuat para penonton terpukau setiap kali sebuah pintu terbuka dan memperlihatkan sekilas apa yang ada di dalamnya.

10. Musik saat para pemain masuk benar-benar membuat merinding

Uvertur yang mengiringi para pemain memasuki lapangan utama terdengar begitu spektakuler di ruang akustik yang luas, membuat para penonton datang lebih awal hanya untuk mendengarnya.

11. Hans Zimmer secara tak terduga menjadi bagian dari identitas Roland Garros

Sebagian dari upacara penghormatan untuk Rafael Nadal diputar dengan musik dari Inception, dan kini asosiasi itu terasa tak terpisahkan.

12. Plakat nama Nadal seketika berubah menjadi semacam tempat penghormatan

Para pemain menyentuhnya, para ball kid membersihkannya seperti sebuah relik, dan Carlos Alcaraz memotretnya — plakat itu berubah menjadi simbol spontan penuh penghormatan.

13. Tenis berpadu bebas dengan padel dan pickleball

Menjelang akhir turnamen, ketika hanya sedikit pertandingan yang tersisa, lapangan samping digunakan untuk beach tennis dan berbagai format ekshibisi — lengkap dengan hamparan pasir.

14. Budaya sampanye ada di mana-mana

Para pemain mengeluh karena botol sampanye sering terbuka di tengah pertandingan. Zona sampanye selalu penuh dari pagi hingga malam. Butik resmi turnamen (La Grande Boutique) juga hampir selalu dipadati antrean.

15. Bersin pada momen yang salah adalah bencana sosial

Keheningan total… fokus… ketegangan… dan tiba-tiba seseorang bersin. Seluruh stadion langsung buyar dan berubah menjadi bahan candaan bersama. Ini terjadi berulang di setiap lapangan.

16. Erika Andreeva adalah pemain yang paling tulus dan perhatian yang pernah ditemui

Setelah wawancara, ia bertanya bagaimana keadaan sang jurnalis dan berapa lama ia berencana untuk tetap berada di turnamen. Momen sederhana namun langka seperti ini menunjukkan sisi manusiawi dari dunia tenis.

17. Mirra sangat kuat secara fisik

Melihatnya berdiri diam saat wawancara di mixed zone, terlihat jelas seberapa banyak massa otot yang telah ia bangun. Kehadirannya saja sudah tampak mengesankan bahkan ketika berada di luar lapangan.

Kejujuran Anastasia Pavlyuchenkova tentang gigitan kutu terasa sangat menyegarkan

Keterbukaannya tentang kesehatan dan keselamatan menjadi pengingat berharga yang mungkin akan dihindari banyak atlet untuk dibagikan.

Kualitas organisasinya benar-benar kelas dunia

ATP dan WTA mengelola hubungan dengan media secara profesional dan penuh respek. Setelah работать dengan pesepakbola Rusia yang sering melewati mixed zone tanpa berkata apa pun, kontrasnya terasa sangat kuat.

Teman lama muncul di mana-mana

Pada Hari 1, Ekaterina Alexandrova dan Igor Andreev ngobrol seru dalam bahasa Rusia — pengingat bahwa Roland Garros juga seperti sebuah desa sosial.

Wajah-wajah televisi terus merekam konten

Mats Wilander, Barbara Schett, Laura Robson, Tim Henman — mereka terlihat di mana saja. Reporter TNT Sports berburu reaksi penonton hampir setiap jam.

Roland Garros yang kosong terlihat indah dengan cara yang misterius

Menyusuri area Roland Garros saat senja, terutama di akhir pekan kedua, terasa benar-benar surealis — seolah seluruh turnamen menghembuskan napas panjang.

Anna Kalinskaya hampir mencuri malam itu dengan satu kaki

Pertandingannya di Court 14 mendapat dukungan penonton yang tak terduga dan sangat penuh semangat. Suasana hatinya berubah di tengah laga berkat para fans, dan ia hampir merebut satu set.

Chant legendaris “Pa-pa-pa-pa-pa-pa-pa-parara… Ole!” menguasai turnamen

Carlos Alcaraz bahkan memulainya sendiri setelah kemenangannya. Alizé Lim meneriakkannya dari tribun tertinggi. Chant ini langsung viral di reels media sosial.

Perang “shushing” adalah komedi murni

Saat pertandingan Djokovic, seluruh stadion Philippe-Chatrier mencoba menусsh beberapa penonton yang terlalu bersemangat — namun kemudian gelombang kedua mulai men-shush gelombang pertama, dan gelombang ketiga men-shush gelombang kedua. Akhirnya, подачу tertunda bukan karena kebisingan, tetapi karena upaya untuk menghilangkan kebisingan itu sendiri.

Related posts